Minggu, 20 Juni 2010

Prosedur Konsep Arsitektur


Dengan melakukan proses perancangan yang lebih tertib akan memberikan kesempatan dalam menyusun konsep yang konsisten. Konsep-konsep yang tersusun secara konsisten memberikan kemudahan dalam melakukan eksplanasi terhadap pihak luar yang ingin mengetahui dasar-dasar perancangan bangunan tersebut.
Fakta memberikan dasar terhadap persoalan-persoalan yang muncul di lapangan terhadap latar belakang kebutuhan dan kepentingan proyek tersebut dibangun. Beberapa fakta menjadi sangat menonjol peranannya dalam mengarahkan tema atau topik yang dipilih dalam sebuah proyek. Terkadang topik yang muncul dapat berlawanan atau tidak sejalan dengan kebutuhan-kebutuhan fungsional dari sebuah bangunan.
Tema atau topik dalam perancangan arsitektur mempunyai peranan penting dalam mewarnai hasil konsep dari perancangan sebuah bangunan. Topik membentuk kosmos yang akan mengatur pendekatan-pendekatan pemikiran global dari konsep-konsep turunan praktis. Topik akan memberi batasan terhadap metode pengembangan dari konsep-konsep pragmatik.
Tujuan (Goal) merupakan aspek kualitas terhadap ruang-ruang arsitektur yang akan dirancang. Kualitas-kualitas ruang yang diinginkan dalam sebuah perancangan bangunan menjadi penting karena berhubungan dengan tingkat kenyamanan ruang. Pendekatan ini tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan kenyamanan ruang hunian, namun paling tidak dengan usaha pendekatan tipologi secara karakteristik fisik ruang diharapkan dapat mendekati harapan pemakai aktifitas ruang.
Perfomance Requirement merupakan rambu-rambu yang mengatur syarat tercapainya sebuah tujuan dari obyek ruang kita kerjakan. Ketika sebuah ruang dibuat, muncul sebuah harapan yang ingin dicapai, sehingga untuk mencapai harapan tersebut maka dibuatlah persyaratannya agar sesuai dengan tujuan atau harapan obyek tersebut.
Konsep (Concepts) merupakan artikulasi dari dari sekumpulan langkah tersebut sebelumnya yang dapat dijelaskan secara visual dalam sebuah struktur yang representatif. Ketika seorang perancang sudah melakukan perjalanan desain sampai terciptanya sebuah gagasan yang dapat dilaksanakan dalam sebuah pekerjaan praktis, maka ide-ide tersebut harus dapat dijelaskan dalam sebuah paparan untuk mendapatkan panduan aplikasi terhadap ide atau gagasan tersebut.
Konsep merupakan hasil berpikir sistematik yang dapat memberikan tuntutan secara prosedural terhadap sebuah pekerjaan di lapangan. Sehingga sifat dari sebuah konsep harus dapat diterima dalam sebuah kerangka aplikatif, sebab tujuan dari sebuah konsep adalah untuk menyelesaikan suatu persoalan dari fakta yang hadir sebelumnya.
Dalam arsitektur konsep menjadi sebuah pekerjaan yang sangat penting karena konsep merupakan hasil dari banyak pertimbangan yang diputuskan secara simultan. Konsep merupakan sebuah manajemen terhadap rangkaian penyelesaian secara optimal. Sehingga sebuah konsep arsitektur sebenarnya adalah proses penyesuaian (fitting) dari keputusan-keputusan penyelesaian persoalan arsitektur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar