Minggu, 20 Juni 2010

Konflik ITATS 7


Selasa, 18/05/2010 15:34 WIB
Diduga Gelapkan SPP Rp 3 Miliar
Rektor ITATS Diperiksa Polda Jatim
Rois Jajeli - detikSurabaya




Surabaya - Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya (ITATS) terus dirundung masalah. Rektor ITATS dan Yayasan Pendidikan Teknik Surabaya (YPTS) berseteru dan saling melaporkan ke polisi.

Rektor ITATS Ir Hadi Setiyawan dilaporkan oleh Ketua YPTS Abdul Zikri diduga menggelapkan dana SPP sebesar Rp 3 miliar ke Polda Jatim. Hari ini, Rektor ITATS mendatangi Satuan Pidana Ekonomi (Satpidek) Ditreskrim Polda Jatim, untuk dimintai keterangan sebagai saksi terlapor.

"Hari ini saya diperiksa sebagai saksi terlapor," kata Hadi Setiyawan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Jatim, Jalan Ahmad Yani, Selasa (18/5/2010).

Dia mengaku, selain menjalani pemeriksaan sebagai saksi terlapor, Hadi siang ini juga akan dimintai keterangan sebagai saksi pelapor tentang dugaan kasus penggelapan dana Sumbangan Penyelenggara Pendidikan (SPP) yang dilakukan Ketua YPTS Abdul Zikri sebesar Rp 20,7 M.

"Siang ini saya juga akan diperiksa sebagai saksi pelapor," tuturnya.

Hadi Setiyawan dan Abdul Zikri adalah sahabat karib. Setelah lulus dari ITATS, keduanya bekerjasama berjuang menggulingkan Ik Shandy, Ketua YPTS 2005. Perjuangan mereka berhasil dan mereka bagi kavling kekuasaan serta pengelolaan dana.

Zikri menjabat sebagai Ketua YPTS dan mengelola Dana Sumbangan Pembangunan (Uang Gedung) sedangkan Hadi menjabat sebagai Rektor dan diberikan jatah mengelola uang SPP.

Belum sampai 5 tahun menjabat sebagai rektor maupun ketua yayasan, keduanya berseteru lagi dan saling melaporkan ke polisi. Hadi menuduh Zikri menilep uang sebesar Rp 20,7 M sedangkan Zikri menuduh Hadi menilep uang sebesar Rp 3 M.

"Paguyuban Karyawan dan Dosen tidak menginginkan konflik ITATS ke ranah hukum dan diselesaikan secara internal dengan dilakukan audit internal. Kita ingin ada general audit, baik uang gedung atau aset-asetnya, biat jelas di kemudian hari. Kalau sampai ke ranah hukum, kami meminta polisi seadil-adilnya dan berimbang," jelas Hadi yang didampingi belasan dosen dan karyawan ITATS.
(roi/fat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar