Rabu, 16 Juni 2010

Ekspresionist Design

Ekspresionist Design
Sydney Opera House adalah kompleks teater dan hall yang saling terhubung di bawah cangkang putih yang terkenal itu. Sejak dibuka tahun 1973, gedung opera ini menjadi pusat pertunjukkan seni tersibuk di dunia, menggelar sekitar 3000 even tiap tahunnya dengan penonton sekitar 2 juta orang, dioperasikan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu dan hanya tutup saat natal dan paskah. Sejumlah buku dan film  mencatat sejarah 30 tahun, waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek Sydney Opera House secara keseluruhan. Salah satunya karya Françoise Fromonot, “Jørn Utzon – The Sydney Opera House”.
Kisah gedung opera bergaya Modern Ekspresionis ini dimulai tahun 1957, kala Jørn berumur  38 tahun. Jørn yang membuka studio tahun 1945  dekat kastil Hamlet-nya Shakespeare ini, masih belum dikenal. Jørn tinggal di kota kecil Hellebæk, bersama istri dan ketiga anak mereka, yang kemudian mengikuti jejak ayahnya menjadi arsitek. Konsep Jørn “tiga cangkang beton berlapis keping putih” tak dinyana terpilih sebagai salah satu pemenang dalam kompetisi internasional merancang gedung opera di tanjung pelabuhan Sydney yang diikuti 230 peserta dari lebih 30 negara pada tahun 1957. Setelah mengerjakan proyek ini di Denmark bertahun-tahun disertai kunjungan berkali-kali ke Sydney, Jørn akhirnya memutuskan memboyong keluarganya ke Sydney akhir 1962.  Utzon memang senang menggarap bangunan publik monumental dan proyek perumahan yang rendah hati. Kekuatan motivasi telah membentuk karir arsitek Denmark ini.
Atap cangkang bertumpuk karya Jørn bertahta di atas panggung mengesankan karya Ove Arup – pemenang asli kompetisi tahun 1957 ini – adalah skema yang mendobrak tradisi. Utzon bekerja sama dengannya pada proyek ini, sedang saat  menuntaskan desain akhir Jørn bekerja dengan Tobias Faber. Hal itu bermanfaat bagi Utzon untuk menguji gagasannya, sedangkan bagi Faber kesempatan berharga dapat mengamati kreasi dari gagasan besar. Mereka berdua mempelajari karya Gunnar Asplund, mengagumi kekuatan gagasan utamanya yang selalu didukung kesempurnaan detail. Ketika para arsitek tertarik arsitektur Jepang, mereka mempelajari buku-buku tentang monumen Cina dan arsitektur lokal untuk dasar mempelajari tradisi bangunan Jepang. Mereka pelajari juga buku-buku Frank Lloyd Wright dan pendekatan arsitekturnya serta foto-foto menawan dalam buku Jerman ‘Wunder der Natur”.
Semua itu dilakukan berdasarkan intuisi Utzon akan hal yang akan menjadi esensi arsitektur masa datang. Reaksi mereka atas ketakpedulian kualitas umumnya hasil Gerakan Modern waktu itu, dikumpulkan dalam suatu artikel di majalah Denmark ‘Arkitekten’ tahun 1947. Inspirasi mereka peroleh dari struktur dan tekstur alam, bangunan lokal dan monumental masa lalu di Meksiko, India, Yunani dan Cina. Pendeknya setelah itu, dalam sebuah introduksi pameran kecil, Utzon menjelaskan gagasannya untuk pendekatan baru arsitektur dengan bekal latihan kepekaan diri, pemahaman hukum alam, kebutuhan imaginasi dan mimpinya.
ARSITEKTUR EKSPRESIONISME DAN FANTASTIK
ldeologi arsitektur  ekspresional hanya sedikit terwujud dalam bentuk  arsitektur. Akibatnya 40  tahun kemudian (sekitar  ’60  an) kembali,  sebagai
kelompok kecil arsitektur fantastik  ldeologi Fantastic architecture ini:  Menghargai kebebasan imajinasi  arsitek dalam melawan bangunan- bangunan konvensional dan rationalism.  Hundertwasser (Pelukis Austria-awal 60 an) dengan buku :
MOLLID MANIFESTO AGAINST RATIONALISM IN ARCHITECTURE
Dengan dua Tema :
1.  Kebebasan mencipta mernpakan seni dalam arsitektur
2.  Cenderung melawan  rasionalis-konvensionalis  yang menganggap garis  lurus  adalah sesuatu yang jujur dan efisien
Hundertwasser mengajukan gagasan lain:
Mengahargai  kebebasan bentuk dan garis seperti  makhluk-makhluk mikrobiologi.
Beberapa karya yang menganut idea ini diciptakan para arsitek fantastik seperti :
BRUCE GOFF, GORMAN, RODDILA, dan lain-lain
(idea-idea mikrobiologis)
a.  Mereka memperhatikan aneka sifat barang dan bahan yangg ada disekitarnya  (dari tutup botol sampai kerikil).
Sebagai penyaluran ekspresi yang memiliki ketentuan dan kekuatan sendiri  yang wajar
b.  Keahlian ahli struktur  dari MORENDI sampai FREI OTTO yang menghasilkan karya eksprektif yang fantastik.
CONTOH-CONTOH, ulasan protipe
Berbicara sekitar idea fantastik, perlu diketengahkan ahli-ahli struktur sebagai arsitek yang brilian dari Morendi sampai Nervi. Frei Otto dengan kabel tariknya sampai dengan 21  km, yang  mencoba mewujudkan konsep hyperbolic berupa kubah luas setebal (hanya) 14,5 cm dengan bentang 10  m Sama-sama berangkat dari pendekatan struktur, Hans Scharoun (arsitek Jerman) : Karya fantastik bisa mendekati kebenaran  empirik.
Scharoun sebagai arsitek  UTOPIAN memegang kuat kreatifitas  individu sebagai ukuran kualitas. Philharmonic Hall di Berlin, mencoba menyatakan kesan dan suasana hingar bingar pada eksterior dan interiornya. Semangat ‘musical perfomance’ diwujudkan dalam penataan ruang dalam mengikuti bentuk dan irama yang  diciptakan air terjun (berderai, bergelora, bergemuruh, dan seterusnya). Karya lain  secara politis dan fungsional digolongkan pada fantastik adalah
Sidney Opera House (karya Jorn U). Karya ini banyak diperdebatkan oleh parlemen di Australia, banyak peserta
yang mengundurkan  diri karena program yang berubah. Secara arsitektur dapat dipertanyakan apakah shell voult sesuai dengan  keperluan akustik
ruangan atau ekspresi fungsi opera yang diinginkan.
TRADISI INTUITIF MENDATANG, kecendrungan abad 21  Idea dan bentuk diambil mulai dari hal-hal  biasa sampai khayalan diluar
manusiawi. Selain itu diramalkan adanya kelemahan-kelemahan yang bisa  menjadi sasaran kritik, antara lain:
-Kesederhanaan yang cenderung naif (naivity)
- Asumsinya tentang  hal yang melulu bersifat teknologi, akan dapat  diterima dan menjadi bagian dari masyarakat.
Bagaimanapun tradisi ini mencoba membenahi pandangan tersebut  selain  memperlihatkan  potensi mereka yang bersifat sosial, yaitu potensi
membangun.
- Pada dasarnya tradisi intuitif selalu meninjau bidang” lain ( Untuk meminjam atau digunakan kembali untuk merubah hal-hal yang ada pada
masa kini)
™  Bahasa kekhususan tradisi intuitif-fonnalisme abstrak-mencoba  mempertemukan ideologi-kreatifitas-dan pendapat umum.
Ekspresionisme merupakan gerakan untuk mencapai campuran cita-cita yang kompleks yang dicirikan sebagai irasional, emosional, antropomorfik, romantic, dan monumental. Gerakan ekspresionisme kerap diyakini sebagai ide ruang, dimana bagian-bagian utama dari komposisi-komposisi arsitekturalnya biasa terdiri dari masa bangunan
yang sifatnya sentral, dominan, dan menjulang.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar