Selasa, 08 Juni 2010

Arsitektur Modern

- Adalah; hasil pemikiran baru mengenai pandangan hidup yang lebih “manusiawi” yang ditrapkan pada bangunan.
- Adalah totalitas daya, upaya dan karya dalam bidang arsitektur yg dihasilkan dari alam pemikiran modern yang dicirikan sikap mental yang selalu menyisipkan hal-hal baru, progresip, hebat dan kontemporer sebagai pengganti dari tradisi dan segala bentuk pranatanya.
- Adalah arsitektur yang ilmiah sekaligus artistik dan estetik, atau arsitektur yang artistik & estetik yang dapat dipertanggungkan secara ilmiah.
PENDORONG PERTUMBUHAN ARSITEKTUR MODERN
- Pendidikan formal mengajarkan & mendorong pemikiran modern
- Adanya fungsi-fungsi kebutuhan baru yang mendesak (istana/puri keagamaan –> pabrik, kantor, stasiun, dsb)
- Penggunaan bahan dan penanganannya sangat mudah, karena segala sesuatunya dibuat, direncanakan di dalam Pabrik.
- Adanya promosi tentang keberadaan ARSITEKTUR MODERN melalui pameran-pameran, publikasi dan perdebatan.
- Perencanaan suatu bangunan dimulai dari kebutuhan dan kegiatan, tidak dari bentuk luar. Shg manusia dapat menuntut apa yg dibutuhkan secara mutlak.
PERKEMBANGAN ARS. MODERN
PERIODE I (1900 – 1929)

- Mulai menonjol setelah PD I (1917) bersamaan dg hancurnya sarana, prasarana dan ekonomi.
- Konsep ruang arsitektur sebelumnya dititik beratkan hanya pada kegiatan, emosi & kemulyaan, maka pada masa ini faktor terbentuknya ruang juga ditunjang faktor komposisi, rasio, dimensi manusia.
- Mulai berkembang konsep “free plan”, atau “universal plan”, yaitu ruang yg ada dpt dipergunakan unt berbagai macam aktifitas, ruang dapat diatur fleksibel dan dapat digunakan fungsi apa saja.
- “Typical Concept” mulai berkembang yaitu ruang-ruang dibuat standar dan berlaku universal. – Penggunaan konsep ekonomis mulai ditrapkan.
- Efisiensi dalam penggunaan bahan mulai nampak yaitu terlihat dengan munculnya bentuk-2 kubus, terutama pada bangunan bertingkat tinggi à (arsitektur “kotak korek” dg menggunakan struktur beton dan baja)
- Konsep “Open Space” nampak dengan menggunakan jendela kaca yg lebar dan menerus.
- Pemakaian bahan terutama “baja, beton dan kaca” dengan bentuk polos. Ornamen dianggap sebagai suatu kejahatan.
- Arsitektur modern berarti putusnya hubungan dengan sejarah dan daerah. Selalu ingin universal (karena industri, ilmu pengetahuan dan teknologi yang juga bersifat universal) dan juga manusianya. (gaya universal sebagai international style)
- CIAM (Congres Internationaux d’Architecture Moderne)-1928 yg hasilnya adalah :
Arsitektur modern adalah pernyataan jiwa dari suatu masa, dapat menyesuaikan diri dengan perubahan sosial dan ekonomi yg ditimbulkan zaman mesin. Yaitu dg dengan menjari keharmonisan dari elemen-elemen modern serta mengembalikan arsitektur pada bidangnya (ekonomi, sosiologi, dan kemasyarakatan) yg secara keseluruhan siap melayani umat manusia.
- Konsep baru dan sangat mendasar dari arsitektur modern antara lain adalah FORM FOLLOWS FUNCTION yg dikembangkan oleh Louis Sullivan (Chicago), dengan beberapa ciri sebagai berikut:
- Ruang yang dirancang harus sesuai dengan fungsinya.
- Struktur hadir secara jujur dan tidak perlu dibungkus dengan bentukan masa lampau (tanpa ornamen).
- Bangunan tidak harus terdiri dari bagian kepala, badan dan kaki.
- Fungsi sejalan/menyertai dengan wujud.
Tokoh pada periode I ini antara lain adalah:
- Louis Sullivan
- Frank Lloyd Wright
- Le Corbusier
- Walter Gropius
- Ludwig Mies van de Rohe
PERIODE II (1930-1939)
- Perkembangan arsitektur modern sudah sampai di seluruh Eropa, Amerika dan Jepang, yg mana masing-masing daerah mempunyai perbedaan iklim, keadaan tanah, corak tradisi, yang bisa mempengaruhi apresiasi bentuknya.
- Perkembangan metode hubungan ruang, bentuk, bahan dan struktur tidak lagi bersifat universal, akan tetapi mempunyai hubungan yg sangat erat dg tempat dimana bangunan itu didirikan, mempunyai hubungan erat dg spesivikasi kedaerahan dan keregionalan.
- Karakteristik bentuk dan tampilan dg gaya International Style atau Universal Style dari arsitektur modern pada peride ini diwarnai oleh tipe-tipe tampilan baru, yaitu tampilan dg – memperhatikan penggunaan bahan-bahan lokal / setempat.
- Pada prinsipnya arsitektur merupakan perpaduan antara keahlian, perkembangan teknologi, industri serta seni dengan faham kedaerahan (manusia dan lingkungan) dengan tidak mengurangi rasa kesatuan yang disebut kemanusian, akal dan seni dari arsitektur modern.
- Hal ini adalah merupakan keberanian untuk menyalahi zamannya. Hanya dengan perencanaan yg obyektif dan ketelitian dalam penampilan bahan-bahan asli, maka bahaya gagalnya perancangan dapat dihindari, namun demikian karya seperti ini masih banyak dikritik dan disalah artikan.
Tokoh yang menonjol pada Periode II ini adalah:
- Alvar Aalto
- Arne Jacobsen
- Oscar Niemeyer
- Tokoh-tokoh pada Periode I juga berkarya dengan tetap atau terpengaruh oleh pemikiran Periode II, demikian juga pada periode selanjutnya.
PERIODE III (1945 – 1958)
- PD II (1941 – 1945) menimbulkan kerusakan pada gedung-2 dan rumah tinggal, menyebabkan faktor-faktor kebutuhan manusia akan rumah tinggal dan gedung-2 menjadi latar belakang pada periode ini.
- Pada masa ini timbul aliran yg disebut Eklektisisme, aliran yg berpedoman mengambil yg paling baik diantara yang sudah ada, untuk digunakan sebagai bagian dari sesuatu yang baru.
- Prinsip-prinsip perancangannya didasari pada kebutuhan, fungsi yang dipadu dengan hasil penemuan teknik serta keindahan mesin, menginginkan satu kesatuan antara manusia dengan lingkungannya.
- Ekspresi bentuk massa bangunan serta materi yg dominan pada periode ini dapat dibagi atas:
- Bentuk curvelinier geometris yg plastis dengan penggunaan bahan dan struktur utama pada umumnya beton serta strutur atap baja.
- Bentuk geometri (kubus, prisma), umumnya menggunakan baja sebagai struktur utama dengan dinding kaca sebagai penutup.
- Arsitektur Landscape mulai dikembangkan, dengan menggunakan bahan, fungsi, sistem pencahayaan, bentuk masa, dipengaruhi oleh keadaan iklim, topografi dan sifat kenasionalan.
PERIODE III fase I (1949 – 1958)
- Penyatuan antara karakter bangunan dengan fungsi, perancangan tidak hanya mempertimbangkan bagian dalamnya saja, tetapi juga hubungannya dengan keadaan lingkungan di mana bangunan tersebut akan berdiri (mis: iklim).
- Bangunan yg tercipta mencerminkan suatu dialog dengan teknologi, hal ini terlihat dari penggunaan produk baru, seperti; baja, alumunium, metal, beton pracetak. Yang penggunaannya dapat dibagi menjadi dua prinsip dasar yg berbeda yaitu:
- Dilihat dari segi keindahan eksterior dan interior (estetika).
- Dilihat dari metode produksi (efisiensi).
- Ciri-ciri lain pada bangunan masa ini adalah:
- Penggunaan bidang kaca yg lebar.
- Penggunaan dinding penyekat yg diprodusi secara industrial.
- Permukaan bangunan mulai agak kasar. (menjurus ke brutalisme).
- Sistem “cantilever” dengan tujuan untuk mendapatkan lantai lebih luas.
- Ada 5 aliran yg berkembang pada masa ini (1950an):
- Aliran “penyederhanaan bentuk” (minimalism), di dalam kesederhanaan berusaha mencapai efek yg kaya. Bentuknya lurus-lurus hampir sama untuk berbagai jenis bangunan. ( tokohnya : Mies-van de Rohe).
- Aliran “bentuk sesuai dengan fungsi dan bahan”, bila ada bagian yg perlu ditonjolkan akan dibuat menonjol, sehingga ada variasi pada bentuk masanya. Aliran ini bentuknya lebih plastis dibandingkan aliran di atas. (tokohnya: Alvar Aalto)
- Aliran “pernyataan bentuk melalui struktur” (experimental structure), bentuk terlahir dari permainan gaya-gaya struktural, sehingga tercipta bangunan yg istimewa bentuknya dan berskala besar. (tokohnya: Eero Saarinen)
- Aliran “organik” (organic architecture), berusaha menghubungkan alam dan lingkungan ke dalam pemecahan masalah arsitektural (tokohnya: Frank Lloyd Wright)
- Aliran “perubahan sikap terhadap zaman yang lampau”, menggunakan kembali langgam- langgam dari masa lalu yang sudah dipermodern dan disederhanakan.
(tokohnya : Minoru Yamasaki)
PERIODE III fase II (1958 – 1966)
Setelah mengalami beberapa variasi sebagai akibat dari kemajuan teknologi dan pandangan-2 pada fase I dan periode sebelumnya. Pada fase ini timbul dua aliran yg menonjol di Eropa dan Amerika yaitu:
- Aliran “Brutalisme”, berasal dari beton brut (beton telanjang), yg dipakai oleh Le Corbusier pada bangunan Unite d’Habitation di Marseilles. Bangunan yg dibuat dengan gaya seperti ini, yaitu menggunakan bahan bangunan yg kasar, seperti beton expose, batu bata kasar dan bahan lain yg sejenis termasuk di dalam aliran ini. Brutalisme mengalami dua fase, yaitu:
- Brutalisme dalam artian sempit dalam lingkungan Smitthsons (Inggris), lebih mementingkan etika dari pada estetika.
- Internasional Brutalisme, disini lebih bertujuan pada estetika.
Brutalisme memulai suatu perancangnan dari kumpulan ruang yg kecil dan terpisah serta dihubungkan dg elemen-2 fungsional yg bebas dan dengan indah dikembangkan ketika bergabung bersama. Bentuk keseluruhan dari bangunan merupakan faktor yg menentukan, tetapi bagian-2 individual dinyatakan dengan tegas dan teliti. (tokohnya: Le Corbusier, Paul Rudolph, Michael Kallmenn, Eero Sarine, Kenzo Tange, Stubbin):
- Aliran “Formalisme”, perancangan bangunan berdasarkan segi estetika, lebih menonjolkan bentuk bangunan. Penampilan dipengaruhi oleh faktor emosi dan perasaan dari arsitek, fungsi dinomer duakan, bentuk luar tidak sesuai dengan fungsinya. Slogan “Form follows function” dirubah menjadi “Form evokes function” (bentuk menciptakan fungsi), bentuk adalah merupakan titik tolak perancangan. Formalisme dipengaruhi aliran lainnya:
- Formalisme vs Brutalisme; bertitik tolak pemikiran yg sama yaitu technical excellence, kekuatan teknik sebagai suatu cara untuk mencapai keindahan ideal. (Paul Rudolph)
- Formalisme vs Neo-Historisme; ditrapkan bentuk-bentuk masa lampau yg tujuannya untuk mencapai estetika, perletakan masa simetris, ada plaza di tengah dan penyusunan ruangnya sama dengan masa abad XIX
- Faham dan aliran yg berkembang pada arsitektur modern memang banyak, namun perbedaannya sangat tipis. Dan sering perbedaan ini lebih banyak disebabkan oleh penekanan permasalahan yg berbeda, sedangkan inti permasalahannya sama, yaitu ingin menciptakan arsitektur yang efisien.
Setelah berjalan beberapa lama, maka arsitektur modern dapat disimpulkan mempunyai ciri sbb:
- Terlihat mempunyai keseragaman dalam penggunaan skala manusia.
- Bangunan bersifat fungsional, artinya sebuah bangunan dapat mencapai tujuan semaksimal mungkin, bila sesuai dengan fungsinya.
- Bentuk bangunan sederhana dan bersih yg berasal dari seni kubisme dan abstrak yg terdiri dari bentuk-bentuk aneh, tetapi intinya adalah bentuk segi empat.
- Konstruksi diperlihatkan.
- Pemakaian bahan pabrik yg diperlihatkan secara jujur, tidak diberi ornamen atau ditempel- tempel.
- Interior dan eksterior bangunan terdiri dari garis-garis vertikal dan horisontal.
- Konsep open plan, yaitu membagi dalam elemen-elemen struktur primer dan sekunder, dg tujuan untuk mendapatkan fleksibelitas dan variasi di dalam bangunan.
Karakter arsitektur modern, menurut Bruno Taut:
- Bangunan mencapai kegunaan semaksimal mungkin, menjadi syarat utama dari bangunan.
- Material dan sistem bangunan yg digunakan ditempatkan sesudah syarat di atas.
- Keindahan tercapai dari hubungan langsung antara bangunan dan kegunaannya, ketepatan penggunaan material dan keindahan sistem konstruksi.
- Esteika dari arsitektur baru tidak mengenal perbedaan antara depan dg belakang, facde dengan rencana lantai, jalan dg halaman dalam; tidak ada detail yg berdiri sendiri, tetapi merupakan bagian yg diperlukan bagi keseluruhan.
- Pengulangan tidak lagi dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindarkan, tetapi merupakan alat yg penting dalam ekspresi artistik.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar