Minggu, 05 September 2010

Pengaruh agama dan adat terhadap arsitektur rumah tradisional riau



Quote



Spoiler for tangga

Tiang tangga berbentuk segi empat atau bulat.Pada kiri kanan tangga ada kalanya diberi tangan tangga yang dipasang sejajar dengan tiang tangga, dan selalu diberi tiang hiasan berupa kisi-kisi larik atau papan tembus.
Jumlah anak tangga tidak ditentukan, tetapi tergantung pada tinggi rendahnya rumah tersebut.

- ASPEK KEPERCAYAAN/RELIGI

ANAK TANGGA DIBUAT LIMA TINGKAT, JUMLAH INI ADA KAITANNYA DENGAN AJARAN ISLAM, YAKNI LIMA RUKUN ISLAM.

- ASPEK ADAT

TANGGA TERBUAT DARI KAYU KERAS, DAN DIBERI UKIRAN PADA KAKI DAN ANAK TANGGA. UKIRAN KHUSUS DIBUAT DIKEPALA ANAK TANGGA. TIANG DAN ANAK TANGGA PIPIH, BIASANYA DIBIUAT DARI PAPAN TEBAL. DI PANGKAL TANGGA DIBUAT ALAS DARI KAYU KERAS ATAU BATU, DAN SAMPINGNYA DILETAKKAN TEMPAYAN AIR UNTUK MENCUCI KAKI DAN TERLETAK DISEBELAH KANAN ARAH NAIK.

Spoiler for tiang

Bentuk tiangnya bulat atau bersegi.Tiang yang terdapat pada keempat sudut rumah induk disebut “Tiang Seri”,yaitu tiang pokok rumah tersebut.
Tiang ini tidak boleh bersambung,harus sampai dari tanah ketutup tiang,sedangkan tiang yang terletak diantara tiang Seri sebelah depan rumah, disebut Tiang Penghulu.
Jumlah tiang rumah induk paling banyak 24 buah, sedangkan tiang untuk bangunan yang lainnya tidaklah ditentukan jumlahnya. Pada rumah bertiang 24, tiang-tiang itu didirikan 6 baris, masing-masing baris 4 buah tiang, termasuk tiang seri.

ASPEK AGAMA :

- SEGI EMPAT : MELAMBANGKAN EMPAT PENJURU MATA ANGIN. DENGAN DEMIKIAN RUMAH ITU MENDATANGKAN REZEKI DARI 4 PENJURU MATA ANGIN TERSEBUT.
- SEGI ENAM : MELAMBANGKAN RUKUN IMAN DALAM AJARAN ISLAM. DENGAN DEMIKIAN DIHARAPKAN PEMILIK RUMAH DAPAT TETAP TAAT DAN BERIMAN KEPADA TUHANNYA, SESUAI AJARAN ISLAM.
- SEGI TUJUH : MELAMBANGKAN TUJUH TINGKATAN SURGA DAN TUJUH TINGKATAN NERAKA. KALAU PEMILIK RUMAH BAIK DAN SALEH, MAKA IA AKAN MASUK KE SALAH SATU TINGKATAN SURGA TERSEBUT, DAN SEBALIKNYA.
- SEGI DELAPAN : MELAMBANGKAN DELAPAN ARAH MATA ANGIN. MAKSUDNYA SAMA SEPRTI SEGI EMPAT.
- SEGI SEMBILAN: MELAMBANGKAN BAHWA PEMILIK RUMAH ITU ADALAH DARI GOLONGAN ORANG BERADA DAN MAMPU. TETAPI INI TIDAK MUTLAK, KARENA BANYAK PULA ORANG YANG BERADA DAN MAMPU TAPI TIDAK MEMBUAT TIAMG RUMAHNYA BERSEGI SEMBILAN.

ASPEK ADAT:

- TIANG UTAMA/TIANG TUO : TIANG YANG TERLETAK PADA DERETAN KEDUA PINTU MASUK (MUKA) SEBELAH KIRI DAN KANAN. TIANG INI TIDAK BOLEH BERSAMBUNG. BAHAN YANG SERING DIGUNAKAN BIASANYA ADALH KULIM, TEMBESU, RESAK, DAN PUNAK.
- TIANG GANTUNG : TIANG YANG MENGGANTUNG YANG BIASANYA DIBERI UKIRAN BERUPA RAKUKAN DENGAN MOTIF DAUN DAN BUNGA YANG BERMAKNA BAHWA MASYARAKAT RIAU HIDUP DI ALAM DAN HARUS MENJAGA KELANGSUNGAN ALAM.

Spoiler for loteng

Loteng disebut langsa. Loteng yang terletak di atas bagian belakang rumah (telo atau dapur ) disebut paran atau para, namun tidak banyak rumah yang memakai loteng. Terbuat dari papan yang disusun rapat sama seperti lanati ruma induk, hanya lantai loteng ukurannya lebih kecil dan tipis.

ASPEK ADAT

LOTENG DISEBUT LANGA. LOTENG YANG TERLETAK DIATAS BAGIAN BELAKANG RUMAH DISEBUT PARAN, NAMUN TIDAK BANYAK RUMAH YANG MEMAKAI LOTENG. BANYAK PULA LOTENG YANG DIBUAT TIDAK MENUTUPI SELURUH BAGIAN ATAS RUANGAN, TETAPI HANYA SEBAGIAN SAJA ATAU BRBENTUK HURUF ‘L’ SEBAB KALAU DIADAKAN PESTA PERkimpoiAN, PADA BAGIAN YANG TIDAK BERLOTENG DAPAT DIBUAT PELAMINAN YANG TINGGI, KEMUDIAN DIATASNYA DIPASANG LANGIT – LANGIT. KALAU SELURUH RUANGAN DIATASNYA DIPASANG ATAU DIBERI LOTENG, MAKA RUANGAN ITU TINGGINYA TERBATAS. KARENA ITULAH WALAUPUN TIDAK ADA LARANGAN BAGI PENDUDUK BIASA UNTUK MEMBUAT LOTENG SEPERTI INI YANG BANYAK MEMBUATNYA ADALAH KAUM BANGSAWAN.
NAMA LOTENG “ ANJUNGAN MENGINTAI “ DIBERIKAN, KARENA ANAK DARA YANG DI PINGIT DILOTENG ITU, SELALU MENGINTAI ATAU MENGINTIP, BAIK KELUAR RUMAH MAUPUN ADA TAMU YANG DATANG KERUMAH ITU. MEREKA YANG BERADA DIDALAM PINGITAN ITU, TIDAK BOLEH KELUAR ATAU MENEMUI TAMU, KECUALI TAMU DAN MUHRIMNYA.

Spoiler for jendela

Jendela biasa disebut “tingkap” atau “pelinguk”, . bentuknya sama denagn pintu tapi ukurannya lebih kecil. Daun jendela satu lembar dan 2 lembar. Sebagai pengaman, jendela di pasang jejarak panjang yang disebut kisi-kisi yang terbuat dari kayu yang berbentuk segi empat, biasanya diberi panel yang tingginya 30-40cm.

ASPEK ADAT

JENDELA LAZIM DISEBUT “ PELINGUK “ PERBEDAAN KETINGGIAN LETAK JENDELA ADA KALANYA DISEBABKAN OLEH PERBEDAAN DENGAN KETINGGIAN LANTAI DAN ADA PULA BERKAITAN DENGAN ADAT ISTIADAT.
SALAH SATU ADAT PENDUDUK DAERAH INI ADALAH MEMINGIT ANAK GADISNYA. IA TIDAK BOLEH BERKELIARAN DILUAR RUMAH, ATAU TIDAK PULA UNTUK MELONGOK DI JENDELA ATAU BERMAIN – MAIN DI PINTU. UNTUK MENJAGA SUPAYA ANAK GADIS INI TIDAK KELIHATAN DARI LUAR, DAN TIDAK BERMAIN DI JENDELA, MAKA JENDELA RUMAH DIBUAT TINGGI.BIASANYA SEUKURAN ORANG BERDIRI DARI LANTAI.

Spoiler for atap

Bahan utama adalah daun pinah dan daun rumbai dan di belakangan ini sering dipergunakan seng. Untuk meletakkan dipergunakab tali rotan, sedangkan untuk meletakkan perabung dipergunakan pasak yang terbuat dari nibung. Pekerjaar memasang disebut menyangit
Typologi Bangunan Rumah didirikan diatas tiang yang tingginya rata-rata antara 1,05 – 2,40 M,sehingga disebut juga tipe Rumah panggung.

ASPEK ADAT

ATAP BENTUKNYA MELENGKUNG KEATAS PADA KEDUA UJUNG PERABUNGNYA. KAKI ATAP JUGA MELENGKUNG KEATAS, TETAPI TIDAKLAH SEKUAT LENGKUNGAN BUBUNGANNYA. BAHAN UTAMA ATAP DAHULU ADALAH IJUK, RUMBAI, TETAPI BEBERAPA WAKTU TERAKHIR INI SUDAH BANYAK YANG MENGGUNAKAN BEBERAPA SENG. PADA KEDUA UJUNG PUNCAK ATAP DIBERI HIASAN KHUSUS YANG DISEBUT SULOBAYUNG, PADA KEEMPAT SUDUT CUCURAN ATAP DIBERI PULA HIASAN YANG DISEBUT SAYOK LAYANGAN, CONTOHNYA ADA YANG MENYERUPAI BULAN SABIT, YANG MENGGAMBARKAN MEMBERIKAN PENERANGAN KEPADA SEISI RUMAH. TANDUK HEWAN KERBAU (MELAMBANGKAN BAHWA KERBAU ADLAH HEWAN YANG BANYAK MEMBANTU PENDUDUK DALAM MATA PENCAHARIANNYA ) DAN SAYAP LAYANG – LAYANG. UMUMNYA UKIRAN ITU MELENGKUNG KEATAS. MAKNA UKIRAN PADA KEDUA PUNCAK UJUNG ATAP ADALAH : PENGAKUAN TERHADAP TUHAN YANG MAHA ESA, BAHWA MANUSIA AKAN MENGHADAP KEMBALI DENGAN PENUH PENYERAHAN.

ASPEK RELIGI

BENTUK ATAP LONTIK ( MELENGKUNG KEATAS PADA KEDUA UJUNGNYA ) MENGANDUNG MAKNA, BAHWA PADA AWAL DAN AKHIR HIDUP MANUSIA AKAN KEMBALI KEPADA YANG MAHA TINGGI, YAKNI TUHAN PENCIPTA SEKALIAN ALAM. DIDALAM KEHIDUPANNYA MANUSIA MEMASUKI LEMBAH YANG DALAM, YANG KADANG – KADANG PENUH PENDERITAAN DAN COBAAN. BILA IA SELAMAT DALAM MENGARUNGI LEMBAH, MAKA AKHIRNYA AKAN KEMBALI KETEMPAT ASALNYA DENGAN SELAMAT.

Spoiler for kolong rumah


ASPEK KEPERCAYAAN/RELIGI

KOLONG RUMAH BIASANYA DIGUNAKAN OLEH PENDUDUK UNTUK MENGUMPULKAN KAYU BAKAR GUNA PERSIAPAN BULAN PUASA.

ASPEK KEBUDAYAAN

UMUMNYA DIPERGUNAKAN UNTUK TEMPAT BERTUKANG PERAHU, MENYIMPAN PERAHU ( BERUKURAN KECIL ), TEMPAT MENYIMPAN KAYU API ATAU KAYU BAKAR, TEMPAT KANDANG TERNAK. KOLONG RUMAH TIDAK ADA PEMBAGIAN RUANGANNYA, KECUALI KOLONG DI BAWAH DAPUR CONTOHNYA TEMPAT UNTUK BUANGAN AIR CUCI PIRING YANG BIASANYA DISEBUT PELIMBAHAN.

Spoiler for lantai


ASPEK ADAT

TERBUAT DARI KAYU MERANTI, MEDANG ATAU PUNAK. UNTUK BAGIAN RUMAH INDUK LANTAINYA DAPAT DIBUAT DARI NIBUNG YANG DIBELAH – BELAH. SUSUNAN LANTAI SEJAJAR DENGAN RASUK, DAN MELINTANG DI ATAS GELEGAR, DIMANA UJUNGNYA DIBATASI OLEH BANDUL.
KETINGGIAN LANTAI TERGANTUNG KEPADA KETINGGIAN TIANG RUMAH. UMUMNYA SELISIH KETINGGIAN ITU ANTARA 20 – 60 CM.

ASPEK KEBUDAYAAN

DI RUMAH INDUK LANTAINYA HARUS SELALU DISUSUN RAPAT, BAHKAN DIBERI BERLIDAH YANG DISEBUT “ PIAN “, SEDANGKAN DIRUANGAN DAPUR LANTAINYA DISUSUN JARANG ATAU AGAK JARANG.
LANTAI YANG TERBUAT DARI BELAHAN NIBUNG, BIASANYA DITEMPATKAN DIRUANG BELAKANG, ATAU DITEMPAT YANG SELALU KENA AIR,
SEPERTI TELODAN DAPUR. LANTA NIBUNG INI TIDAK DIPAKU, TETAPI DIJALIN DENGAN ROTAN DAN LEBARNYA ANTARA 5 - 1O CM.

Spoiler for dinding
ASPEK ADAT

DIDALAM BANGUNAN MODERN DISEBUT PURUS. JADI DALAM MERAPATKAN DINDING YANG SATU DENGAN YANG LAINNYA, BAGIAN YANG MENONJOL ITU DIMASUKAN KEBAGIAN YANG CEKUNG SEHINGGA PAPAN – PAPAN ITU BENAR - BENAR RAPAT TIDAK TEMBUS AIR ATAU TEMBUS CAHAYA.
DINDING LIDAH PIAN BIASANYA DIPASANG BAGI RUMAH ORANG –ORANG YANG MAMPU, KARENA UNTUK MEMBUAT PIAN MEMERLUKAN TUKANG YANG AHLI DAN KAYU KERAS YANG TIDAK BERSERABUT.

ASPEK KEBUDAYAAN

DINDING RUMAH LONTIK BENTUKNYA KHUSUS YAITU SEBELAH LUAR SELURUHNYA MIRING KELUAR, SEDANGKAN DINDING DALAM TEGAK LURUS. DINDING SELURUHNYA TIDAK MEMAKAI RANGKA DINDING, TETAPI DILEKATKAN KEPADA BALOK YANG DI PURUS DIMANA DINDING DITANAMKAN. BALOK TERSEBUT BERFUNGSI SEBAGAI RANGKA DINDING, JUGA SEKALIGUS MENJADI PENEMU ANTARA PAPAN SATU DENGAN PAPAN YANG LAINNYA.
BALOK KAKI DINDING SEBELAH MUKA MELENGKUNG KEATAS, DAN KALAU DISAMBUNG DENGAN UKIRAN SUDUT – SUDUT DINDING, KELIHATAN SEPERTI BENTUK PERAHU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar